Berita
Tarian yang Hampir Punah di Maluku Kembali Dihidupkan di Jamnas 2016

Jakarta, Pelaksanaan Jambore Nasional ke X menampilkan berbagai macam seni dan budaya nusantara dari Sabang sampai Maraoke yang  diperagakan oleh anak-anak usia 11-15 tahun dari pramuka penggalang.

Salah satu penampilan yang menarik adalah ‎tarian tradisional Pata Cengke yang diperagakan oleh peserta dari Kontingen Maluku. Menariknya, tarian tradisional ternyata   hampir punah, dan kini dihidupkan kembali pada perhelatan akbar Jamnas. ‎‎

“Malam ini kami akan mempersembahkan tarian tradisional khas Maluku yaitu tarian Pata Cengkeh, tarian yang benar-benar asli dari Indonesia tanpa ada campuran dari manapun,” tutur Kak  Fin selaku pendamping peninjau dari Kontingen Maluku saat acara kegiatan pentas seni, Selasa (16/8/2016). 

Dimainkan oleh delapan orang, ‎tarian ini juga bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda Indonesia bahwa di Maluku ada tarian yang zaman dulu sangat tenar, namun sekarang banyak ditinggalkan oleh para generasi muda. ‎‎

“Kami mengenalkan tarian tradisional ini supaya adik-adik peserta Jamnas 2016 tahu bahwa sampai saat ini masih ada tarian yang benar-benar asli dari Indonesia, yang harus kita jaga dan lestarikan agar tidak punah digeser masa,”  Pesannya.

Kak Fin pun berjanji, tarian ini akan selalu diajarkan oleh anggota pramuka demi menjaga eksistensi seni dan budaya Maluku sebagai bagian dari keragamaan bangsa Indonesia. ‎(HA/Humas Kwarnas)