Berita
Pramuka Keren Tanpa Rokok‎

Jakarta, Jambore Nasional ke X tidak hanya mengajarkan kepada peserta untuk disiplin, kreatif, toleransi, dan cinta alam‎ tapi juga mengajarkan untuk selalu membiasakan gaya hidup sehat dengan tidak merokok.

Kampanye untuk tidak merokok menjadi komitmen Gerakan Pramuka untuk disampaikan kepada seluruh anggotanya. Kampanye ini tertulis dalam spanduk kecil di area perkemahan Jamnas yakni “Pramuka Keren Tanpa Rokok”‎

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Organisasi dan Hukum Kak Kodrat Pramudho mengatakan, kampanye anti rokok dimaksudkan agar anggota pramuka punya perilaku hidup sehat‎. Rokok dinilai sebagai musuh bangsa.

“Rokok ini musuh bangsa, semua tahu bahaya rokok bagi kesehatan itu luar biasa. Rokok membunuhmu,” kata Kak Kodrat kepada Humas Kwarnas, Jumat (19/8/2016).

Kampanye ini diharapakan bisa menumbuhkan kesadaran bagi adik-adik untuk tidak sekali-kali mencoba menghisap rokok. “Kampanye ini akan terus kita masifikan disetiap kegiatan pramuka. Kita juga menghimbau kepada pramuka di daerah untuk melakukan hal yang sama,” tuturnya.

Kak Kodrat sangat mendukung wacana pemerintah menaikkan harga rokok ‎yang rencananya akan naik hingga Rp 50.000 per bungkus. ‎Menurutnya, wacana tersebut sekaligus dapat mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak lagi merokok. 

“Bagus kita dukung,” jelasnya tegas. ‎

Di samping itu, lanjutnya,  pendapatan negara juga otomatis akan bertambah jika harga rokok dinaikkan. Kenaikan harga rokok juga akan membantu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada masa mendatang.‎ (HA/ Humas Kwarnas)