Berita
Peserta Jamnas 2016 Napak Tilas Sejarah Pahlawan Revolusi di Monumen Pancasila Sakti

Saat ini sepertinya minat untuk berkunjung ke tempat bersejarah semakin memudar apalagi untuk remaja. Padahal, ketika berkunjung ke museum, mereka akan banyak mendapatkan informasi, pengetahuan, serta fakta-fakta bernyawa.

Berbeda dengan itu, ribuan peserta Jamnas 2016 berkunjung ke Monumen Pancasila Sakti, di Jl Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kamis (18/9). Kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan pengenalan masyarakat dan wisata.

Kepala monumen Pancasila Sakti, Letkol Caj Drs. Kusuma, M.Si mengatakan bahwa dari tempat ini, peserta akan diajak napak tilas sehingga meraka bisa belajar latar belakang sejarah. “Ini penting disampaikan pada generasi emas agar peristwa sekeji ini tidak terjadi lagi. Sudahlah peristiwa yg lalu. Mari menatap kedepan, tanpa ada ganguan dengan peristiwa sejenis.” Ungkap nya

Berdasarkan pantauan di lapangan, peserta Jamnas 2016 dibawa langsung ke monumen Pancasila Sakti berupa Garuda raksasa dengan tujuh Pahlawan Revolusi berdiri gagah. Di sana juga dijelaskan diorama yang menggambarkan kejadian-kejadian kala itu.

“Disini kami paparkan secara rinci adegan-adegan sejarah kepada peserta melalui diorama untuk kebutuhan pendidikan dan pertunjukan, prinsipnya belajar sambil melakukan, agar lebih efisien,” ujar kak Arifin petugas

Berwisata ke museum memang belum jadi trend di Indonesia. Remaja lebih suka ke mall ketimbang museum. Sehingga minat berkunjung ke museum semakin memudar. Kondisi ini juga menjangkiti Ade Ros Amanda (15) asal Pontianak, Kalimantan Barat.

“Saya tidak begitu hobby ketempat bersejarah seperti ini, tapi setelah datang kesini ternyata banyak pesan dan kesan penting yang tentunya semakin menambah kecintaan dan kebanggaan saya terhadap pengorbanan para pahlawan yang telah gugur, mulai hari ini, saya akan kurangi ke mall dan akan sering ke tempat bersejarah” ungkap Ade. (Roby/Humas Kwarnas)