Berita
Peserta Jamnas 2016 Diajarkan Sejarah Lewat Lomba Agustusan

Jakarta – Di arena Jamnas X 2016, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2016 dirayakan dengan beragam lomba. Perlombaan “17 Agustusan” tersebut di antaranya, makan kerupuk, tarik tambang, bola panas dan tarik tambang. Berlangsung di masing-masing subkem, Cibubur Jakarta. (17/8)

Kak Joko Mursito, pembina binkem putra mengatakan perlombaan-perlombaan ini punya makna sejarah dan filosof tersendiri. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah untuk para pemenang. Tampak seluruh peserta larut dalam kemeriahan.

“Jadi bukan cuma untuk seneng-seneng dan ngelatih kekompakan saja, tapi juga diajarkan hikmah dari kisah sejarahnya,” ungkap kak Joko

Menurutnya, balap karung punya nilai untuk mengingatkan pada perihnya penjajahan. Pasalnya, penduduk Indonesia dulu begitu miskin sampai-sampai tak mampu membeli kebutuhan sandang. Karung goni pun dipakai sebagai gantinya.

“Lomba makan kerupuk sama pula. Tangan peserta lomba diikat sambil berusaha memakan kerupuk yang menggantung, menggambarkan kesulitan pangan pada masa penjajahan,” Kata kak Joko yang juga sebagai Ka. Pusdiklatda Lampung ini.

“Lomba tarik tambang juga bukan hanya adu kekuatan. Tanpa tim yang kompak, kemenangan sulit diraih. Tarik tambang mengajarkan tentang gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas.” Tambah nya

Sebelumnya, 25 ribu peserta Jamnas X 2016 melaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan menggunakan pakaian adat masing-masing daerah. Berdasarkan pantauan, lapangan utama buperta Cibubur tempat acara berlangsung, terasa ramai dengan warna-warni pakaian daerah. Bhineka tunggal ika terasa kental. (Roby/Humas Kwarnas)