Berita
Peringatan Hari Pramuka Kwarda DKI Diikuti 40 ribu Peserta, Ini Pesan Kak Sylviana Murni

Jakarta, Kwartir Daerah DKI Jakarta menggelar upacara dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke 55 di kawasan Monumen Nasional (Monas) Sabtu 3 September 2016. Perayaan ini diikui 40 ribu anggota Pramuka, dari tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega sampai Pembina dan Pelatih.

Ketua Kwarda DKI Kak ‎Sylviana Murni‎ mengatakan, upacara peringatan Hari Pramuka dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan. Tahun 2014 pesertanya mencapai 20 ribu orang, sedangkan tahun 2016 mencapai 30 ribu orang.

“Hanya saja ‎Peringatan Hari Pramuka ke-55 Tahun 2016 Kwarda DKI Jakarta tahun ini tidak biasanya diadakan bertepatan tanggal 14 Agustus. Karena tanggal tersebut bertepatan dengan Jamnas ke X. Jadi semua terpusat di Cibubur,” tuturnya. ‎

Meski diundur, peringatkan Hari Pramuka oleh Kwarda DKI berlangsung menarik dan meriah dengan adanya penampilan  Kak Addie MS, yang menyayikan lagu Hymne Pramuka, Hari Merdeka dan Gebyar-Gebyar serta penampilan marching band, dan permainan tradisional engrang.

“Tidak kalah menarik kita juga menampilkan tarian dari masyarakat binaan Lapas Narkotika Cipinang dan Pondok Bambu,” jelas Kak Sylviana yang juga menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. ‎

Tidak lupa, Kak Sylviana menyampaikan pentingnya ‎Gerakan‎ Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang akan melengkapi pendidikan informal di sekolah. ‎Hal ini mengingat pendidikan formal saja dianggap tidak cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter. 

“Kerja sama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non formal dan pendidikan informal dalam keluarga sangatlah penting dan menjadi keharusan demi mewujudkan kaum muda yang lebih baik,” ucap Kak Sylviana kepada peserta yang hadir.‎

Kemudian sebagai sebagai refleksi diusia yang 55 tahun, Kak Sylviana  mengingatkan kepada semua pihak tentang perlunya ‎rebranding Pramuka agar selalu dinikmati oleh kaum muda. ‎Pramuka kata dia, harus dapat menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi. 

“Sebagian besar adik-adik kita merupakan generasi siber yang online setiap saat yang selalu update statusnya dan mengungkapkan kondisi secara relatime dalam media sosial. Pramuka baru harus keren, gembira, asyik, dan menyenangkan,” terangnya. ‎

Sementara itu, untuk para Pembina ia menyebut tantanganya adalah mereka harus selalu kreatif dan berinovasi dalam membina peserta didik sehingga bangga menjadi Pramuka. Begitu pula para Pelatih harus belajar mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidikan yang up to date tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan bagi para Pembina Pramuka.

Terakhir, ‎ ‎Kwarda DKI Jakarta ingin menjadikan Pramuka selalu tampil sebagai garda depan dalam program  revolusi mental sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo yang dulu sempat menjadi Gubernur DKI dan pengurus Kwarda DKI. ‎‎(HA/ Humas Kwarnas).