Berita
JAMBORE ASEAN USAI, INDONESIA PULANG DENGAN PENGHARGAAN

Jakarta, 21 September 2016 – Pesta Pramuka Penggalang se-ASEAN ke-5 (5th ASEAN Jamboree) di Terengganu, Malaysia, telah usai, dan kontingen Gerakan Pramuka Indonesia berangsur-angsur pulang kembali ke tanah air sejak upacara penutupan selesai Senin malam hingga hari ini, Rabu (21 September).

Kontingen GP Indonesia yang diketuai Andalan Nasional, Kak Ahmad Fikri, beranggotakan 679 orang dari Kwarda DI Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, Riau, Sulsel, Lampung, Banten, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Sulsel, Bali, dan Sako SIT (Sekolah Islam Terpadu), dan merupakan kontingen luar negeri terbesar.

Jambore ASEAN ke-5 seluruhnya diikuti 10.134 peserta dari 9 negara, termasuk Brunei (13 peserta), Filipina (27), Singapura (2 pembina), Thailand (26), Vietnam (69), India (2), Korea Selatan (5) dan Sri Lanka (9). Sedangkan tuan rumah PPM (Persekutuan Pengakap Malaysia) mengikut-sertakan lebih dari 9.000 peserta dari seluruh negeri atau provinsi di Malaysia.

Kontingen pulang ke tanah air dengan membawa sejumlah penghargaan, diantaranya sebagai penampil budaya dan kesenian terbaik oleh tim Aceh, Sumut, Sulsel, Riau, Lampung, Jatim, dan Bali.

Lima Pembina GP Indonesia dianugerahi penghargaan oleh Pengakap Negeri Terengganu selaku penyelenggara Jambore ASEAN ke-5, termasuk Kak Brata T. Hardjosubroto sebagai Deputy Secretary General ASARC (ASEAN Scout Association for Regional Cooperation) yang dianugerahi “Bintang Gemilang Pengakap Darul Iman” oleh Chief Scout PPM (Persekutuan Pengakap Malaysia) Tan Sri Dato’ Seri Paduka Dr Haji Shafie bin Haji Mohd Salleh dalam upacara penutupan, Senin malam.

Sedangkan Ketua Kontingen Kak Ahmad Fikri dianugerahi “Pingat (Lencana) Jasa Bhakti Pengakap Darul Iman”, juga staf Kwarnas Kak Adyatma Sucamto, Kak Hasridaya ‘Han’ Zulkifli dari Sumbar, dan seorang pembina dari Sumut.

Penghargaan diberikan sebagai pengakuan dan ungkapan terima kasih Panitia Jambore kepada Kakak-Kakak yang dinilai telah aktif membantu dan berkontribusi sehingga Jambore ASEAN ke-5 berlangsung sukses sebagaimana diharapkan.

“Kita bersyukur, Alhamdulillah, Kontingen GP Indonesia telah turut berpartisipasi dengan lancar dan selamat, juga budaya dan kesenian dari sejumlah daerah bisa ditampilkan dalam Jambore ini. Tentu ini positif dalam rangka mempromosikan Indonesia di tingkat ASEAN,” demikian kak Ahmad Fikri, Ketua Kontingen GP Indonesia.

Jambore ASEAN adalah pesta para Pramuka Penggalang 1-2 tahun sekali dalam bentuk perkemahan besar yang dikelola oleh ASARC, dan tahun 2016 ini diselenggarakan oleh Pramuka Malaysia PPM (Persekutuan Pengakap Malaysia) di Kem (Camp) Pengakap Tengku Muhammad Ismail, Kuala Nerus, Terengganu, Malaysia, sedangkan tahun depan 2017 akan diselenggarakan oleh Pramuka Filipina BSP (Boy Scouts of the Philippines) di Filipina. ‎

Jambore ASEAN bertujuan mendekatkan dan mempererat persahabatan diantara anggota muda Pramuka se ASEAN sebagai dukungan atas terjalinnya hubungan ‘people to people’ dalam Komunitas dan Bangsa ASEAN.

Diharapkan, dalam Konferensi ASEAN di Manila pada April 2017, ASARC yang saat ini beranggotakan 8 NSO (National Scout Organization) yaitu Gerakan Pramuka Indonesia, Persekutuan Pengakap Negeri Brunei Darussalam, Cambodia Scout, Persekutuan Pengakap Malaysia, Boy Scouts of the Philippines, Singapore Scouts Association, National Scouts Organization of Thailand, dan Vietnam Scouts, akan mendapatkan pengakuan resmi sebagai entitas ASEAN.

Tahun 2017 merupakan tahun penting, saat ASEAN berusia 50 tahun, dan ASARC berusia 10 tahun. Sedangkan ke-Pramuka-an di dunia berusia 110 tahun sejak dirintis oleh Lord Baden Powell pada 1907.

Jamboree ASEAN ke-1 berlangsung di Filipina 1993, ke-2 di Jakarta 2008, ke-3 di Singapura 2011, ke-4 di Thailand 2013. (HWS/Andalan Nasional. Editor: Kak Brata)