Berita
Ini Alasan Megawati Dapat Penghargaan Lencana Tunas Kencana dari Pramuka

Jakarta – Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri hadir dalam upacara penutupan Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, 20 Agustus 2016 malam. Dalam kesempatan tersebut, Megawati akan mendapatkan penghargaan Lencana Tunas Kencana dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Lalu apa alasannya? Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault mengatakan, Lencana Tunas Kencana adalah penghargaan tertinggi Pramuka. Megawati mendapatkan penghargaan tersebut karena dia dianggap punya kontribusi besar terhadap Gerakan Pramuka.

“Pada zaman Ibu Megawati rintisan awal program Revitalisasi Gerakan Pramuka dibentuk sebelum akhirnya diteruskan oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Kak Adhyaksa.

Selain itu, Megawati juga selalu menghadiri setiap upacara Hari Pramuka pada masa kepemimpinannya, tahun 2001-2004. Megawati juga yang mengalokasikan dana yang bersumber dari APBN dan APBD untuk mendukung dan membantu Pramuka. “Termasuk dukungan atas terciptanya kesepakatan bersama lima menteri mengenai wawasan Nusantara dengan memberikan kepercayaan agar upaya pendidikan Bela Negara dilaksanakan melalui Gerakan Pramuka,” terangnya.

Kak Adhyaksa juga menyampaikan empat fokus Revitalisasi Gerakan Pramuka di periode kepemimpinannya. Empat fokus utama itu yakni, pertama, rebranding Gerakan Pramuka. Dua, Scout for Change (Pramuka untuk Perubahan). Ketiga, Improvisasi SDM dan organisasi. Keempat, jejaring Gerakan Pramuka. “Keempat hal inilah yang akan terus kita geber untuk kemajuan Gerakan Pramuka,” jelasnya.

Kak Adhyaksa menuturkan, dirinya punya semangat yang sama dengan Megawati terhadap eksistensi gerakan sebagai rumah besar bagi anak muda Indonesia. Menurutnya, Pramuka punya potensi besar untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

“Saya semakin yakin bahwa Gerakan Pramuka adalah existing organization yang secara sistematis dan konsisten, dari Sabang sampai Merauke berperan membangun karakter generasi muda Indonesia. Di dalam Pramukalah sekat-sekat politik, suku, daerah dan agama, terlebur menjadi kebinekaan yang indah,” terangnya.

Jamnas sendiri sudah berlangsung sejak 14 Agustus lalu. Pesta Pramuka penggalang ini diikuti oleh 25 ribu peserta. Sebelumnya, acara pembukaan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, ‎pejabat negara, tokoh, dan kepala daerah. (HA/Humas Kwarnas)