Berita
Gubernur Lampung: Pemda Sangat Diuntungkan dengan Gerakan Pramuka‎

Jakarta, Gubernur Lampung, ‎ Kak Ridho Ficardo‎ mendapatkan penghargaan dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai Majelis Pembimbing Daerah Teladan. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada saat pembukaan Jambore Nasional ke X di Cibubur, Minggu (14/8/2016).

Kak Ridho mendapatkan penghargaan sebagai Mabinda Teladan karena dianggap punya kontribusi besar dalam pengembangan pramuka di daerahnya. ‎Bagi dia, dengan memberikan perhatian kepada pramuka maka pemerintah akan sangat diuntungkan. 

“Jadi begitu kita harus melihat bahwa pramuka dari segi tujuan sangat membantu pemerintah daerah untuk mempersiapkan generasi muda memberikan pendidikan non formal. Pertama, mempersiapkan mereka menata masa depan, menjaga mereka dari hal-hal negatif,” ujar Kak Ridho  kepada Humas Kwarnas, di Buperta Cibubur, Senin (15/8/2016).

Sebab itu, Kak Ridho tidak mau berbicara komitmen kepala daerah untuk mendukung pramuka. Namun, menurut dia, pola pikiranya harus dibalik, bahwa dengan mendukung pramuka maka secara tidak langsung pemerintah daerah akan diuntungkan. ‎

‎”Jadi bukan komitmen, saya harus begini begitu, tapi justru pemerintah daerah mendapatkan manfaatnya. Dengan semakin besarnya organisasi justru pemerintah daerah mendapatkan manfaatnya,” terangnya.

Lalu apa manfaatnya? Ia menjelaskan, manfaatnya itu yakni semakin menurunnya  anak muda dari hal-hal yang menyimpang misalnya, penggunaan narkoba, minuman keras, tawuran dan lain-lain. “Kalau pramuka semakin besar itu angkanya jelas akan semakin turun gitu seharusnya,” ungkapnya.

Mengapa demikian, karena Kak Ridho yakin perilaku anak muda yang menyimpang seperti, narkoba, minuman keras dan tawuran tidak mungkin ‎dilakukan oleh anggota pramuka. 

“Pramuka itu dijaga regunya, dijaga kelompoknya. Melalui pembinanya kita saling ngingat-mengingatkan,” imbuhnya. ‎

“Jadi bukan bicara komitmen pemerintah, tapi pemerintah daerah harus melihat manfaatnya dengan membesarkan pramuka ini,” ujar Kak Ridho menegaskan. 

Sebelumnya, Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault menyayangkan, kepada pejabat daerah yang tidak punya kesadaran diri untuk ikut serta mengembangkan pramuka di daerahnya. Pemakaian baju pramuka hanya dijadikan simbol tanpa adanya pengabdian yang ikhlas.

Menyadari hal itu, Kak Ridho juga berharap kepala daerah punya pola pikir yang sama, bahwa semestinya mendukung dan mengembangkan pramuka itu harus berangkat dari kesadaran, dimana kehadiran pramuka banyak memberikan manfaat untuk bangsa dan negara.‎

“Dengan mamaknai itu maka timbul kesadaran kita untuk membesarkan pramuka.  Jadi komitmen itu jangan dianggap sebagai beban, tapi Pemda harus menyadari bahwa mendukung pramuka adalah bagian dari kebutuhan,” tutupnya. (HA/ Humas Kwarnas)