Berita
Di Jamnas, Peserta Diajarkan Pendidikan Toleransi

Jakarta, Hari terakhir kegiatan Jambore Nasional ke X diawali dengan pembacaan doa lintas agama di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Sabtu 20 Agustus 2016.

Doa dari enam agama, Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Khonghucu‎ ini juga mengajarkan arti toleransi beragama kepada peserta Jamnas. Dimana setiap agama punya doa yang berbeda-beda sesuai dengan ajaran.

“Tapi doa itu intinya sama, mengharapkan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa, agar kita semua selalu diberkati‎ dan berada dalam lindungan-Nya,” ujar Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kominfo, Kak Lusia Andinda Lebu Raya. 

Kak Lusia menuturkan, Jamnas ini menyatukan semua suku dan budaya yang ada di Indonesia. Karena itu,  keberagaman  harus terus dijaga dan rawat melalui kegiatan-kegiatan yang positif.‎ “Pramuka itu menyatukan keberagaman Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan bangsa yang besar,” ucapnya.

Gambaran pendidikan toleransi juga bisa diliat dari bangunan Masjid di Buperta Cibubur yang berdekatan dengan Pura. Menurut Kak Lusia, pendidikan toleransi itu bagus ditanamkan pada anak-anak usia dini seperti pramuka penggalang berusia 11-15 tahun.  ‎(Nurul/Humas Kwarnas)