Berita
Brunei Darussalam Ingin Meniru Pramuka Indonesia

Jakarta, Kunjungan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam ditutup di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, Sabtu (27/8/2016). Rombongan diberi kesempatan meninjau semua lokasi Buperta yang luasnya 220 hektar.

Rombongan dari Brunei yakni Hj, Muhammad Sofiny Ketua Sabit Merah (PMI), Pg Ali Ketua Police, Jalil Ketua Wirakartika atau Angkatan Darat, dan Arif Abdul Hadi dari Andalan Nasional Pramuka Brunei atau biasa disebut Pengakap.

Kak Sofiny mengaku terkejut dengan aset yang dimiliki oleh Gerakan Pramuka seperti Buperta. Selain luas, area ini juga diisi dengan fasilitas lengkap untuk permainan, pelatihan, dan pendidikan  anak-anak Pramuka.  

“Yang saya kagumi di sini, fasilitasnya begitu lengkap. Semua ada untuk Pramuka ini luas biasa, tidak ada di Brunei seperti ini,” tuturnya.

Rombongan dari Brunei melihat lokasi perkemahan putra dan putri yang kemarin digunakan untuk Jambore Nasional 14-21 Agustus 2016. Kemudian, mereka juga melihat Lapangan Terbang Dirgantara, lokasi pembuatan pupuk kompos, Taman Lalu Lintas, Wisata Madu Pramuka‎, dan melihat Danau Situ Baru Cibubur.

Menurutnya, sistem di sini ‎ bagus karena semua dikelola langsung oleh Pramuka bukan oleh pemerintah, sehingga ada kemandirian dari pengurus untuk membesarkan Pramuka. “Setelah kunjungan ini, nanti kita akan ngasih saran ke pembina kami untuk ada perubahan atau penyesuaian. Semoga bisa diterapkan,” tuturnya.

Sementara kak Arif menyatakan, salah satu hal yang ia kagumi dari Pramuka Indonesia adalah komitmen guru atau tenaga pengajar dalam ikut serta membesarkan Pramuka melalui pendidikan yang kreatif, asyik dan menyenangkan. “Selain komitmen guru, sistem dan menejemannya juga bagus,” ucapnya.

Sebelumnya, rombongan sempat ke Bogor, mengunjungi Gugus Depan di SMA Negeri 9 dan SMK Negeri 1 Kota Bogor, serta meninjau lokasi Kursus Mahir Dasar. ‎Mereka melihat langsung aktifitas dari adik-adik Gerakan Pramuka beserta para pembinaannya yang juga menjadi guru.

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bina Anggota Dewasa Kak Susi Yuliati‎ didampingi Ketua Pusdiklatnas Kak Budi Utama merasa bangga Pramuka dijadikan tempat bagi Kementerian Pendidikan Brunei untuk belajar dan bertukar pikiran. 

“Tentu kita boleh bangga, karena memang Pramuka kita jauh lebih besar dan lengkap dibanding mereka. Ini yang patut kita syukuri ‎bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Semua sistem dan aturan sudah dibuat dengan sedemikian lengkap oleh para pendahulu kita,” ucapnya. 

Kak Susi menyatakan, Pramuka sangat terbuka bagi negara-negara lain yang ingin melakukan studi banding. Menurutnya, kegiatan ini tujuannya untuk sama-sama menjadikan Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia yang banyak diminati oleh anak muda. ‎

“Tentu sistem pendidikannya juga harus tetap disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing, bagaimana kultur masyarakatnya,” tutupnya.‎ (HA/Humas Kwarnas)