Berita
Adhyaksa: Proses Jadi Pemimpin Ada di Pramuka

Jakarta, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault selalu menekankan bahwa Pramuka adalah aset yang dimiliki bangsa Indonesia untuk menciptakan anak-anak dengan mental yang kuat, mandiri, kreatif dan berprestasi.‎

“Saya selalu mengingatkan, bahwa proses untuk menjadi seorang pemimpin itu ada di Pramuka,” kata Kak Adhyaksa Kamis (1/9/2016).‎

Kak Adhyaksa menuturkan, proses menjadi pemimpin itu bisa dilihat ketika seorang masuk menjadi anggota Pramuka harus dimulai dari Siaga, Penggalang, Penegak kemudian Pandega. Ini semua kata dia, adalah jenjang pendidikan yang harus dilalui oleh anggota Pramuka.

“Kita sering mengatakan, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Persoalannya kita sering lupa yang namanya proses. Proses bagaimana dia menjadi seorang pemimpin. Nah, proses menjadi pemimpin itu ada di Pramuka,”‎ jelasnya.

Secara materi, Kak Adhyaksa menyebut di Pramuka selalu diajarkan oleh hal-hal yang memiliki pendidikan sosial yang tinggi. Seperti kebersamaan, dan gotong royong. ‎”Kaya orang bangun tenda itu kan di dalamnya ada semangat gotong royong, kekompakan, kebersamaan, itu luar biasa,” terangnya.

Kak Adhyaksa bersyukur Pramuka Indonesia selalu ikut dalam kegiatan Kepramukaan di tingkat internasional. Terakhir Indonesia ikut Jambore Dunia di Jepang dengan memberangkatkan 462 Kontingen. “Ini artinya, orang yang bisa ikut Jambore baik di tingkat daerah, nasional ataupun internasional, ini adalah orang-orang yang berprestasi,” jelasnya.

Sebab itu, mengingat pentingnya pendidikan Pramuka bagi kemajuan bangsa, maka Kak Adhyaksa selalu mendesak pemerintah untuk menjadikan Pramuka salah satu kurikulum wajib di Sekolah. Bukan hanya sekedar wajib mengunakan seragam Pramuka. 

“Jadi mereka pakai baju Pramuka tapi tidak tahu apa-apa tentang Pramuka. Harusnya pendidikan Pramuka di ajarakan,” jelasnya. ‎

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini khawatir terjadi hal-hal yang negatif dimana oknum itu memakai seragam Pramuka, tapi bukan anggota Pramuka. Dengan begitu, bisa jadi Pramuka yang disalahkan.  ‎Misalnya, video senonoh anak sekolah yang memakai seragam Pramuka. (HA/Humas Kwarnas)